Selasa, 22 Desember 2020

Program Pengcodingan Array 2 Dimensi pada Aplikasi Java

Tanggal Pembuatan : Selasa, 22 Desember 2020


    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program array 2 dimensi pada aplikasi Java. Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...
    
    Array digunakan untuk menyimpan nilai atau data dengan tipe data yang sama. Array 2 dimensi ini terdiri dari kolom dan baris, seperti analogi tabel. Jika didalam array 1 dimensi hanya menggunakan satu tanda [] (satu bracke), namun pada array 2 dimensi menggunakan membuat tanda [][] (dua bracke).


    Deklarasi Program Array 1 Dimensi yaitu : tipe_data [jumlah elemen-baris] [jumlah elemen kolom] nama_array;.

    Pada perograman java, dimana objek tersebut dibuat dengan menggunakan kata kunci new. Untuk membuat obyek array, maka harus ditentukan tipe data dan jumlah elemen array, sehingga pada awal membuat array, maka bentuk deklarasi dan pembuatan obyek yaitu : tipe_data [][] nama_variabel = new tipe_data [jumlah elemen-baris] [jumlah elemen kolom]. πŸ˜„

    πŸ‘‰ Misalnya array 2 Dimensi dengan tipe data integer nilai [3][3] (Artinya array tersebut terdiri dari 3 baris dan 3 kolom dengan setiap nomor indeksnya menampung nilai/data dari variabel/nama), conohnya adalah sebagai berikut :

    πŸ‘‰ Bentuk programnya :
int [][] nilai = new int [3][3];
nilai [0][0] = 100;
nilai [0][1] = 80;
nilai [0][2] = 60;
nilai [1][0] = 70;
nilai [1][1] = 80;
nilai [1][2] = 90;
nilai [2][0] = 95;
nilai [2][1] = 85;
nilai [2][2] = 75;
System.out.println (nilai[1][2]); //Menampilkan isi dari indeks ke [1][2]


    Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat bagi kalian πŸ˜€πŸ‘.


Senin, 21 Desember 2020

IoT "Internet of Things"

Tanggal Pembuatan : Senin, 21 Desember 2020


    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang IoT "Internet of Things". Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...

    Internet of things atau IoT, adalah sistem perangkat komputasi yang saling terkait, mesin mekanis dan digital, objek, hewan, atau orang yang dilengkapi dengan pengenal unik dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan manusia-ke-manusia atau manusia-ke-komputer.

    Mengapa IoT itu penting? Internet of things membantu orang hidup dan bekerja dengan lebih cerdas, serta mendapatkan kendali penuh atas hidup mereka. Selain menawarkan perangkat pintar untuk mengotomatiskan rumah, IoT penting untuk bisnis. IoT memberi bisnis pandangan waktu nyata tentang bagaimana sistem mereka benar-benar bekerja, memberikan wawasan tentang segala hal mulai dari kinerja mesin hingga rantai pasokan dan operasi logistik. IoT memungkinkan perusahaan untuk mengotomatiskan proses dan mengurangi biaya tenaga kerja. Ini juga mengurangi limbah dan meningkatkan penyampaian layanan, sehingga lebih murah untuk memproduksi dan mengirimkan barang, serta menawarkan transparansi dalam transaksi pelanggan. Dengan demikian, IoT adalah salah satu teknologi terpenting dalam kehidupan sehari-hari, dan akan terus meningkat seiring semakin banyak bisnis menyadari potensi perangkat yang terhubung untuk membuatnya tetap kompetitif.

    Apa saja manfaat IoT bagi organisasi? Internet of things menawarkan beberapa manfaat bagi organisasi. Beberapa manfaat bersifat khusus industri, dan beberapa dapat diterapkan di berbagai industri. Beberapa manfaat umum IoT memungkinkan bisnis untuk:
1. Memantau proses bisnis mereka secara keseluruhan;
2. Meningkatkan pengalaman pelanggan (CX);
3. Menghemat waktu dan uang;
4. Meningkatkan produktivitas karyawan;
5. Mengintegrasikan dan menyesuaikan model bisnis;
6. Membuat keputusan bisnis yang lebih baik; dan
7. Menghasilkan lebih banyak pendapatan.

    Apa saja keunggulan IoT? Beberapa keunggulan IoT antara lain sebagai berikut :
1. Kemampuan untuk mengakses informasi dari mana saja dan kapan saja di perangkat apa saja;
2. Komunikasi yang lebih baik antara perangkat elektronik yang terhubung;
3. Mentransfer paket data melalui jaringan yang terhubung menghemat waktu dan uang; dan
4. Mengotomatiskan tugas yang membantu meningkatkan kualitas layanan bisnis dan mengurangi kebutuhan akan intervensi manusia.

    Apa saja kelemahan IoT? Beberapa kelemahan IoT meliputi :
1. Dengan bertambahnya jumlah perangkat yang terhubung dan semakin banyak informasi yang dibagikan antar perangkat, potensi peretas dapat mencuri informasi rahasia juga meningkat.
2. Perusahaan pada akhirnya mungkin harus berurusan dengan sejumlah besar - mungkin bahkan jutaan - perangkat IoT, dan mengumpulkan serta mengelola data dari semua perangkat tersebut akan menjadi tantangan.
3. Jika ada bug di sistem, kemungkinan setiap perangkat yang terhubung akan rusak.
4. Karena tidak ada standar kompatibilitas internasional untuk IoT, sulit bagi perangkat dari produsen yang berbeda untuk saling berkomunikasi.

    Apa saja standar IoT? Ada beberapa standar IoT yang muncul, termasuk berikut ini :
1. IPv6 melalui Low-Power Wireless Personal Area Networks (6LoWPAN) adalah standar terbuka yang ditentukan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Standar 6LoWPAN memungkinkan radio berdaya rendah untuk berkomunikasi ke internet, termasuk 804.15.4, Bluetooth Low Energy ( BLE ) dan  Z-Wave  (untuk otomatisasi rumah).
2. ZigBee adalah jaringan nirkabel berdaya rendah dengan kecepatan data rendah yang digunakan terutama dalam pengaturan industri. ZigBee didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.15.4. ZigBee Alliance menciptakan Dotdot, bahasa universal untuk IoT yang memungkinkan objek pintar bekerja dengan aman di jaringan mana pun dan saling memahami.
3. LiteOS adalah operating system (OS) mirip Unix untuk jaringan sensor nirkabel. LiteOS mendukung smartphone,  perangkat yang dapat dikenakan , aplikasi manufaktur cerdas, rumah pintar, dan Internet of Vehicles ( IoV ). OS juga berfungsi sebagai platform pengembangan perangkat pintar.
4. OneM2M adalah lapisan layanan machine-to-machine yang dapat disematkan dalam perangkat lunak dan perangkat keras untuk menghubungkan perangkat. Badan standardisasi global, OneM2M, dibuat untuk mengembangkan standar yang dapat digunakan kembali untuk memungkinkan aplikasi IoT di berbagai vertikal untuk berkomunikasi.
5. Data Distribution Service (DDS) dikembangkan oleh Object Management Group (OMG) dan merupakan standar IoT untuk komunikasi M2M real-time, terukur, dan berkinerja tinggi.
6. Advanced Message Queuing Protocol (AMQP) adalah standar terbitan sumber terbuka untuk perpesanan asinkron melalui kabel. AMQP memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi dan interoperable antara organisasi dan aplikasi. Protokol digunakan dalam   perpesanan klien-server dan dalam manajemen perangkat IoT.
7. Constrained Application Protocol ( CoAP ) adalah protokol yang dirancang oleh IETF yang menentukan bagaimana perangkat berdaya rendah dan dibatasi komputasi dapat beroperasi di internet of things.
8. Long Range Wide Area Network (LoRaWAN) adalah protokol untuk WAN yang dirancang untuk mendukung jaringan besar, seperti kota pintar, dengan jutaan perangkat berdaya rendah.

    Apa saja kerangka kerja IoT? Kerangka kerja IoT meliputi :
1. Amazon Web Services (AWS) IoT adalah platform komputasi awan untuk IoT yang dirilis oleh Amazon. Kerangka kerja ini dirancang untuk memungkinkan perangkat pintar terhubung dengan mudah dan berinteraksi dengan aman dengan cloud AWS dan perangkat terhubung lainnya.
2. Arm Mbed IoT adalah platform untuk mengembangkan aplikasi untuk IoT berdasarkan  mikrokontroler Arm . Tujuan dari platform IoT Arm Mbed adalah untuk menyediakan lingkungan yang dapat diskalakan, terhubung, dan aman untuk perangkat IoT dengan mengintegrasikan alat dan layanan Mbed.
3. Microsoft  Azure  IOT Suite adalah platform yang terdiri dari satu set layanan yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan dan menerima data dari perangkat IOT mereka, serta melakukan berbagai operasi atas data, seperti analisis multidimensi, transformasi dan agregasi, dan memvisualisasikan operasi-operasi dengan cara yang sesuai untuk bisnis.
4. Brillo/Weave Google adalah platform untuk implementasi cepat aplikasi IoT. Platform ini terdiri dari dua tulang punggung utama: Brillo, OS berbasis Android untuk pengembangan perangkat berdaya rendah yang disematkan, dan Weave, protokol komunikasi berorientasi IoT yang berfungsi sebagai bahasa komunikasi antara perangkat dan cloud.
5. Calvin adalah platform IoT open source yang dirilis oleh Ericsson yang dirancang untuk membangun dan mengelola aplikasi terdistribusi yang memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi satu sama lain. Calvin menyertakan kerangka kerja pengembangan untuk pengembang aplikasi, serta lingkungan runtime untuk menangani aplikasi yang sedang berjalan.

    Sekian dari saya, mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih dan semoga bermanfaat πŸ‘ŒπŸ˜‰.

Program Pengcodingan Pengurutan atau Sorting pada Aplikasi Java (Bubble Sorting)

 Tanggal Pembuatan : Senin, 21 Desember 2020


    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program pengurutan atau sorting pada aplikasi Java. Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...

   Prinsip pengurutan adalah bagaimana menyusun data dalam aturan dan tertentu, sehingga memudahkan dalam proses membaca data atau memahami data, serta pencarian data. Contohnya antara lain : pengurutan dalam menyusun buku di Perpustakaan, Pengurutan kata-kata pada kamus, pengurutan daftar kontak pada Handphone, dan lain sebagainya. πŸ˜„

    Aturan pengurutan data terdiri dari Ascending (Pengurutan menaik : pengurutan data dari dari nilai terkecil ke nilai terbesar) dan Descending (Pengurutan menurun : pengurutan data dari nilai terbesar ke nilai terendah). πŸ˜„

    Metode sorting kali ini akan membahas tentang Bubble Sorting. Ide dari metode Bubble Sort ini adalah gelembung sabun yang “mengapung” seperti melalui pertukaran. Bubble Sort merupakan teknik pengurutan data dengan membandingkan setiap elemen didekatnya dan melakukan penukaran jika memenuhi kriteria tertentu. Metode Bubble Sort paling sederhana dalam melakukan pengurutan data dan sangat cepat untuk menangani data yang berjumlah sedikit, serta menyita waktu untuk data yang jumlahnya sangat banyak.

    Jumlah iterasi pada proses Bubble Sort sama dengan banyaknya data dikurangi 1 (n-1), dimana n adalah banyaknya data. Proses Bubble Sort akan tetap dilakukan meskipun data sudah dalam keadaan terurut  hingga proses iterasi selesai. Teknik pengurutan data Ascending dan Descending prosesnya sama.

    πŸ‘‰Penerapan dan Pemograman Bubble Sorting pada Java, melalui pengurutan Ascending (Pengurutan menaik : pengurutan data dari dari nilai terkecil ke nilai terbesar).
int Angka [] = {10, 17, 9, 8, 6};
System.out.println("Data array angka sebelum proses sorting = ");
for (int a=0; a<Angka.length;a++) {
        System.out.print(" " + Angka[a]);
}
System.out.println ();

System.out.println ("Data setelah proses sorting = ");
for (int i=(Angka.length-1); i>0; i--)  {
        for (int j=0; j<i; j++) {
                if (Angka[j]>Angka[j+1]) {
                        int temp = Angka[j+1];
                        Angka [j+1]= Angka[j];
                        Angka[j]=temp;
                }
        }
}
for (int i=0; i<Angka.length;i++) {
        System.out.print (" "+Angka[i]);
}
System.out.println ();

    πŸ‘‰Penerapan dan Pemograman Bubble Sorting pada Java, melalui pengurutan Descending (Pengurutan menurun : pengurutan data dari nilai terbesar ke nilai terendah).
int Angka [] = {10, 17, 9, 8, 6};
System.out.println("Data array angka sebelum proses sorting = ");
for (int a=0; a<Angka.length;a++) {
        System.out.print(" " + Angka[a]);
}
System.out.println ();

System.out.println ("Data setelah proses sorting = ");
for (int i=(Angka.length-1); i>0; i--)  {
        for (int j=0; j<i; j++) {
                if (Angka[j]<Angka[j+1]) {
                        int temp = Angka[j+1];
                        Angka [j+1]= Angka[j];
                        Angka[j]=temp;
                }
        }
}
for (int i=0; i<Angka.length;i++) {
        System.out.print (" "+Angka[i]);
}
System.out.println ();

    Sekian dan terima kasih, apabila ada salah kata mohon maaf. Semoga bermanfaat πŸ˜„.





Program Pengcodingan Array 1 Dimensi pada Aplikasi Java

Tanggal Pembuatan : Senin, 21 Desember 2020


    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program array 1 dimensi pada aplikasi Java. Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...
    
    Array digunakan untuk menyimpan nilai atau data dengan tipe data yang sama. Indeks dari tiap Array dimulai dari [0], contohnya jika memiliki 5 indeks atau data, jumlah arraynya maksimal 4 (dihitung dari 0, 1, 2, 3, 4).

    Deklarasi Program Array 1 Dimensi yaitu : tipe_data [] nama_variabel.

    Pada perograman java, dimana objek tersebut dibuat dengan menggunakan kata kunci new. Untuk membuat obyek array,maka harus ditentukan tipe data dan jumlah elemen array, sehingga pada awal membuat array, maka bentuk deklarasi dan pembuatan obyek yaitu : tipe_data [] nama_variabel = new tipe_data [jumlah elemen]. πŸ˜„

    πŸ‘‰ Contoh Array 1 Dimensi pada Program Java, dengan tipe data Integer.

int [] nilai = new int [5];
nilai [0] = 90; //Indeks/Data ke-1
nilai [1] = 80; //Indeks/Data ke-2
nilai [2] = 70; //Indeks/Data ke-3
nilai [3] = 60; //Indeks/Data ke-4
nilai [4] = 50; //Indeks/Data ke-5
int rata = (nilai[0]+nilai[1]+nilai[2]+nilai[3]+nilai[4])/5; //Rata-rata seluruh indeks 1 sampai 5
        
System.out.println ("Menampilkan indeks/data ke-5 = " + nilai[4]);
System.out.println ("Menampilkan rata-rata  = " + rata);



    πŸ‘‰ Contoh Array 1 Dimensi pada Program Java, dengan tipe data String.

String [] namamahasiswa = new String [10];
namamahasiswa  [0] = "Yovi";
namamahasiswa  [1] = "Angel";
namamahasiswa  [2] = "Dandu";
namamahasiswa  [3] = "Icha";
namamahasiswa  [4] = "Steven";
namamahasiswa  [5] = "Tesa";
namamahasiswa  [6] = "Thomas";
namamahasiswa  [7] = "Wina";
namamahasiswa  [8] = "Patrio";
namamahasiswa  [9] = "Yulius";

for (int i=0; i<namamahasiswa.length; i++)
        System.out.println (i+1 + ". Nama Mahasiswa = " + namamahasiswa [i]);//Menampilkan semua nama mahasiswa


    Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat bagi kalian πŸ˜€πŸ‘.


Minggu, 20 Desember 2020

Program Pengcodingan Tebak Angka (1-10) pada Aplikasi Pascal

Tanggal Pembuatan : Senin, 21 Desember 2020


    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program permaianan tebak angka (1-10) yang telah ditentukan oleh komputer pada aplikasi Pascal. Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...

    Jika kalian ketahui, rumus untuk mengacak angka oleh komputer yaitu : Random (). Bagaima sampai disini kakak-kakak sudah memulai memahami kan? πŸ˜‰

    Rumus Random(10) berfungsi untuk mengacak angka 0-9. Bagaimana caranya menampilkan acakan 1-10? Nah caranya dengan menambah angka satu, antara lain menjadi : Random(10)+1. πŸ˜„

    Bagaimana bentuk codingnya, yuk disimak baik-baik. πŸ˜‰

Program Tebak_Angka;
Uses Crt;
Var Data1, Data2 : Integer;

Begin
        Clrscr;
        Randomize;
        Data1:=Random10+1;
        Writeln ('Komputer telah memilih sebuah angka. Cobalah tebak angka yang telah dipilih oleh komputer!');
        Repeat
        Begin
                Writeln ('Masukan tebakan anda (1-10) : '); readln (Data2);
                If (Data2<Data1) then writeln ('Tebakan terlalu kecil');
                Else if (Data2>Data1) then writeln ('Tebakan terlalu besar');
                Else if (Data2=Data1) then writeln ('SELAMAT TEBAKAN ANDA BENAR!');
        End;
        Until Data2=Data1
        Readln;
End


    Lalu hasil run seperti berikut :


    Terima kasih, semoga bermanfaat bagi kalian πŸ‘‹πŸ˜„.





Sabtu, 12 Desember 2020

Program Pengcodingan Diamond atau Belah Ketupat pada Aplikasi Pascal (Bentuk Bintang Full)

Tanggal Pembuatan : Sabtu, 12 Desember 2020




    Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program coding belah ketupat atau diamond pada aplikasi Pascal. Jika ada kesalahan, mungkin kakak-kakak dapat merevisi dikolom komentar ya kak, karena kita disini juga belajar bersama. Nah tidak perlu berbasa-basi lagi, cikidot kita langsung mempelajari ya. Yukkk πŸ˜€...

    Nah apakah kalian sadar? Bentuk "belah ketupat" atau bahasa kerennya adalah "diamond", itu terdiri dari segitiga biasa dan segitiga yang tebalik. Masih kurang paham? Yuk disimak gambar berikut ini πŸ˜€.
    Gimana sudah mulai paham kan? Jadi untuk memulai coding pascalnya kita pertama membuat segitiga normal lalu membuat segitiga terbalik, setalah itu digabung dan membantuk suatu diamond atau belah ketupat. Oh iya untuk pembuatan program ini, dia menggunakan nasted looping, atau looping bersarang, atau juga for didalam for. Tidak perlu khawatir kok kak, mari kita membuat bersama-sama dan kakak bisa mencoba program yang saya berikan untuk dicoba pada Aplikasi Pascal kakak πŸ˜„.

Program Diamond_Bintang_Penuh;
Uses Crt;
Var
I, J, K, Sisi: Integer;
Begin
        Clrscr;
        Write ('Masukkan Ukuran Diamond Bintang Penuh = '); Readln (sisi);
        For i:=1 to sisi do
        Begin
                For j:=1 to sisi-i do
                Begin
                        Write (' ');
                End;
                For k:=1 to i do
                Begin
                        Write ('* ');
                End;
        Writeln;
        End;
Readln;
End.


Program Diamond_Bintang_Penuh;
Uses Crt;
Var
I, J, K, Sisi: Integer;
Begin
        Clrscr;
        Write ('Masukkan Ukuran Diamond Bintang Penuh = '); Readln (sisi);
        For i:=sisi-1 downto 1 do
        Begin
                For j:=1 to sisi-i do
                Begin
                        Write (' ');
                End;
                For k:=1 to i do
                Begin
                        Write ('* ');
                End;
        Writeln;
        End;
Readln;
End.

    Nah jika kalian sudah memahami dari coding diatas, lalu terakhir kita gabungan segitiga normal dan segitiga terbalik menjadi satu. Bagaimana contohnya? Nah dapat dilihat sebagai berikut... πŸ˜‰

Program Diamond_Bintang_Penuh;
Uses Crt;
Var
I, J, K, Sisi: Integer;
Begin
        Clrscr;
        Write ('Masukkan Ukuran Diamond Bintang Penuh = '); Readln (sisi);
        For i:=1 to sisi do
        Begin
                For j:=1 to sisi-i do
                Begin
                        Write (' ');
                End;
                For k:=1 to i do
                Begin
                        Write ('* ');
                End;
        Writeln;
        End;
        For i:=sisi-1 downto 1 do
        Begin
                For j:=1 to sisi-i do
                Begin
                        Write (' ');
                End;
                For k:=1 to i do
                Begin
                        Write ('* ');
                End;
        Writeln;
        End;
Readln;
End.

    Nah gimana mudahkan? Nah terima kasih dari saya dan semoga bermanfaat ya πŸ™πŸ˜€














Program Pengcodingan Array 2 Dimensi pada Aplikasi Java

Tanggal Pembuatan :  Selasa, 22 Desember 2020      Hai gaes, disini saya akan menjelaskan tentang program array 2 dimensi pada aplikasi Java...